Wednesday, April 21, 2010

#03 Bagaimana Menjadi Pemimpin dalam Hidup

Akhirnya lanjut ke cd yang ke-tiga juga setelah sekian lama. Kali ini ceritanya mengenai bagaimana menjadi pemimpin di dalam hidup.

------------------------------------------------------------------

Menjadi pemimpin di dalam hidup, ada 3 hal yg harus kita lakukan:
1. Kita tahu dimana kita berada. Kita tidak memperburuk situasi, kita tidak memperbaiki situasi dalam arti mengatakan hal-hal yang baik padahal kejadiannya buruk. Kita tahu dan mampu melihat apa adanya yang terjadi.
2. Tahu kemana kita mau pergi. Mempunyai visi atau goal yang sangat jelas.
3. Kita berdaya atau penuh sumber daya. Resourcefulness.

1. Tahu dimana kita berada.
Misalnya berat badan kita kelebihan 20 kg, maka kita mengakuinya, "saya berat badannya kelebihan 20 kg". Bukannya memperbaiki keadaan, sehingga kita ngomong seperti ini, "saya ini gemuk tapi sehat koq". Kalau kita sudah memberikan kata-kata seperti itu, kita tidak akan termotivasi untuk menjadi langsing.
Contoh lagi misalnya kita kekurangan uang tapi ngomong gini, "gapapa koq saya miskin tapi bahagia". No..no.. kita miskin, ya sudah miskin. Kurang duit, ya kurang duit titik. Kita tidak perlu menetralisir keadaan. Otak kita hanya cari nikmat menghindari sengsara. Sesuatu yang nikmat akan kita kejar, dan ketika sengsara kita akan menghindar. Tapi ketika sengsara & nikmat dicampur maka otak kita jadi bingung, jadi netral, dan kita jadi tidak bergerak kearah yang kita inginkan. Misalnya ketika kita ditolak saat melakukan pendekatan kepada wanita yang kita inginkan dan kita ngomong ke diri sendiri untuk menetralisir keadaan, "ah mereka memang cewek matre, mereka hanya mau orang-orang yang punya uang banyak, saya juga nggak suka sama cewek yang matre". Celaka!!!
Kalau kita menetralisir bahwa kita mempunyai goal dan kemudian kita meringankan goal tadi dengan membuat goal tadi seolah-olah negatif kita akan susah sekali mendapatkan apa yang kita inginkan.

2. Kita tahu kemana kita mau pergi. Goal kita yang sangat jelas.
Misalnya kita mempunyai goal mau turun 20 kg lalu kita memberi jangka waktu yang wajar. Mungkin saja dalam satu hari turun 20 kg, tapi caranya akan menjadi tidak wajar. Kalau kita mempunyai alasan yang sangat kuat kreativitas kita akan meledak dan kita bisa mencapai goal kita dengan sangat cepat. Alasan sangat kuat ini adalah cari nikmat menghindari sengsara. Kalau sengsara jelas sekali & nikmatnya jelas sekali bisa kita akan menemukan caranya.
Misalnya alasan nikmat kalau berhasil menurunkan berat 20 kg, kita akan diberi 100 milyar cash keras. Kalau ditambah lagi sengsara misalnya kalau tidak bisa turun 20 kg dalam sehari maka akan dihukum mati, dihukum matinya bukan ditembak tapi disilet-silet 1 cm - 1 cm, lalu dikasih jeruk nipis kemudian dikasih garam dan kalau 1 jam tidak meningggal dunia dijemur. Lalu dimasukkan lagi, disilet-silet lagi vertikal 1 cm terus dikasih cuka, pokoknya sampe mati. Coba bayangkan, rasakan penderitaannya. Maka mendadak kita akan berpikir caranya misalnya potong kaki kanan, kaki kanan kurang tambahin potong kaki kiri, kalau kurang tambahin potong tangan kiri. Gapapa potong kaki & potong tangan daripada harus dihukum mati.
Kesimpulannya ketika kita tahu kemana kita akan pergi, kita butuh alasan yang sangat kuat untuk mencapai yang kita inginkan.

3. Kita berdaya atau penuh sumber daya. Resourcefulness.
Berdaya itu bukan situasi, bukan kondisi. Banyak orang bilang kondisinya tidak memungkinkan bagi saya, mereka memberikan alasan segudang, mereka menyalahkan situasi, mereka BEJ (Blame, Excuse dan Justify) yaitu membenarkan orang lain tanpa kita mau belajar. Padahal banyak orang yang berada pada kondisi sulit seperti mereka, tapi orang tersebut bisa mencapai goalnya. Bedanya orang yang BEJ dengan yang berdaya adalah orang yang BEJ tidak mempunyai alasan yang sangat kuat, mereka juga tidak tahu caranya. Misalnya kita memberi contoh orang sukses kepada orang yang BEJ, maka dia akan berkata, "oo terang aja dia anaknya orang kaya, sekolah diluar negeri, pulang dibawain BMW, bahasa inggris lancar, kenalan anak menteri, ya terang aja dia sukses".
Terus kalo dikasih contoh anaknya orang miskin tapi jadi kaya dan sukses, maka orang BEJ akan berkata, "tentu saja, tidak heran, karena dia anaknya orang miskin makanya daya juangnya kuat". Dia membenarkan orang dan memberi alasan. Orang yang biasa BEJ ini biasanya apapun yang dia katakan sebetulnya seringkali adalah kebenaran. Misalnya lagi, "saya masih umur 19 koq, saya kan masih muda, saya kan tidak punya pengalaman, yaa saya nggak bisa sukses dong". Benar dia umur 19 tahun, benar dia tidak punya pengalaman, benar dia masih muda. Nah pertanyaannya ada nggak orang yang berusia 19 tahun, masih muda, belum punya pengalaman yang sukses?. Jawabannya banyak sekali.
Orang BEJ akan berfokus kepada hal-hal kenapa dia tidak sukses, kenapa dia tidak take action. Perkataan-perkataan BEJ ini tidak ada gunanya sama sekali. Satu-satunya gunanya adalah perkataan ini membuat mental block atau tembok yang besar sekali yang membuat dia tidak perlu melangkah dan kemudian hasilnya nol.
Seorang pemimpin dalam hidupnya tidak menyalahkan situasi & lingkungan karena dia tahu persis bahwa itu adalah hal-hal yang tidak bisa dia pengaruhi, karena hal tersebut sudah terjadi, tapi dia bisa mempengaruhi action-nya dia, semangatnya dia, pikirannya dia, kata-katanya dia sehingga dia bisa mencapai apa yang dia inginkan.

Kalau ingin berhasil kita harus modeling orang-orang yang sudah berhasil.
Apa sih goalnya, apa yang dilakukan, bagaimana detailnya?.

PR kali ini:
Tulis goal yang anda inginkan, satu hal yang sehari-hari anda inginkan. Goal anda yang sederhana, tujuan anda. Yang penting anda tahu kemana anda akan pergi, bisa diukur.
1. Tulis dimana anda berada sekarang.
2. Tulis goal yang bisa diukur.
3. Tulis alasan yang sangat kuat, kenikmatan apa yang akan anda alami & kesengsaraan apa yang akan anda rasakan jika anda tidak mencapai goal tersebut.
4. Daya upaya apa untuk mencapai goal ini. Tanya & belajar kepada siapa.


*disarikan dari: Life Revolution - Tung Desem Waringin

Tuesday, April 6, 2010

#02 Cara Menjadi Master dalam Bidang Apapun

Ooo yes.. hari ini saya dengerin lagi cd-nya Tung Desem Waringin. Nah biar inget, saya menulis ulang lagi. Bagusnya sih kalo mau inget banget harusnya langsung ngajarin atau ceritain ke orang lain. Kali ini tentang menjadi master dalam bidang apapun...

---------------------------------------------------

Untuk menjadi master dalam bidang apapun caranya sederhana, yaitu:
1. Belajar dari yang terbaik.
2. Larut sepenuhnya.
3. Lakukan pengulangan dengan ada jeda.

1. Belajar dari yang terbaik.
Misalnya ingin belajar golf. Mana yang akan lebih memberikan hasil, kita belajar dari Tiger Wood atau dari caddy golf yang tidak bisa golf?? Pastinya belajar dari Tiger Wood akan memberikan hasil yang lebih baik.
Contoh lain adalah jika ingin menjadi juara badminton, maka kita cari juara-juara badminton atau pelatih-pelatih yang sudah terbukti membuat orang menjadi juara badminton, lalu belajar dari mereka, maka kemungkinan suksesnya jauh lebih besar, kemungkinan kita menjadi master jauh lebih besar daripada kita belajar dari orang yang salah.
Dengan belajar dari terbaik kita menjadi tahu rahasia-rahasia menjadi juara yang mungkin tidak diketahui oleh orang lain.

Ketika kita belajar dari terbaik kita harus melakukan ATM, yaitu A=Amati, T=Tiru, M=Modifikasi.
Saat mengamati yang terbaik kita harus detail dan berpikir. Kalau kita tidak detail kita tidak bisa mencontek dengan baik. Intinya nyontek harus detail. Jika tidak detail kita kehilangan poin-poin yang bisa membuat kita menjadi master. Kemudian juga harus berpikir, mana tindakan dia yang membawa hasil & mana tindakan yang tidak membawa hasil.

Nah kalo gitu kita tidak boleh belajar dari yang jelek dong?? jawabannya boleh. Ketika kita ingin menjadi master maka 80% waktu kita fokus belajar pada orang-orang yang sudah terbukti berhasil. Sedangkan 20% boleh belajar apapun kepada siapapun sedemikian sehingga pengalaman mereka tidak terulang di diri kita.

2. Larut sepenuhnya.
Misalnya kita belajar badminton, sama-sama belajar dari Rudi Hartono pemenang All England 8 kali. Mana yang kira-kira akan menang di pertandingan, orang yang latihan seminggu 5 kali selama 3 bulan, sekali latihannya 3 jam atau orang yang berlatih 1 kalinya 3 jam 3 bulan sekali selama 5 tahun?? Sudah pasti yang seminggu 5 kali sekalinya 3 jam dan larut sepenuhnya dalam waktu 3 bulan.
Ketika kita larut sepenuhnya, kemungkinan menjadi masterya lebih tinggi ketimbang kita tidak fokus dan kemana-mana.

3. Lakukan pengulangan dengan ada jeda.
Seperti latihan badminton kalo kita sudah larut sepenuhnya tapi tidak pernah bertanding, tidak pernah mempraktekkan di dunia nyata, kita tidak akan tahu kelemahan kita. Seperti katak di dalam tempurung atau kita hidup di dalam zona nyaman kita sendiri.Pengulangan dengan ada jeda maksudnya adalah selesai berlatih ada jeda seperti misalnya langsung turun ke masyarakat atau langsung bertanding. Sering kali dalam belajar kita harus melakukan praktek terlebih dahulu dengan pengalaman nyata di lapangan, lalu jika ada kendala kemudian kita tanya kembali pada para yang terbaik, sehingga hidup kita menjadi lebih baik.


Lalu cara belajar ada 4:
1. Belajar dari pengalaman.
Cara ini paling berkesan, kita akan ingat seumur hidup karena kita mengalami sendiri. Cara ini seringkali menghabiskan waktu, uang, tenaga, emosi dan daya tahan. Khususnya dalam bisnis. Bolehlah kalo bangkrut dulu sekali dua kali, tapi kalo bangkrut terus beberapa kali baru pintar dan sukses, itu terlalu lama. Jadi ada baiknya kita juga belajar dengan cara merenung.

2. Merenung.
Yaitu bertanya kepada diri sendiri, berpikir, menganalisa, membandingkan dan menyimpulkan. Cara ini adalah yang paling bermanfaat.
Contoh, kalo kita ingin sampai ke bulan dan pada saat itu belum ada orang yg sampai ke bulan. Jika kita belajar dengan cara dari pengalaman maka kita tidak akan pernah sampai ke bulan. Orang bisa sampai ke bulan karena dia merenung, menganalisa, dan menyimpulkan sehingga dia bisa mendapatkan lebih dari pengalamannya di masa lalu.

3. Secara langsung dari mentor, teman, dari org yang sudah berhasil dibidangnya.
Ini adalah cara yang paling cepat. Maksudnya adalah kita ditunjukkan secara detail kalau melakukannya begini maka efeknya begini. Langsung dibimbing step by step oleh mentor. Mentor inilah yang sudah mengalami suka dukanya, pahit manisnya, mengecewakan atau membanggakan dari proses awal sampai dia menjadi master.

4. Secara tidak langsung, dengan cd audio, dengan membaca buku, atau melihat dvd.
Ini adalah cara belajar paling banyak. Kenapa? karena rata-rata orang menulis buku sekitar umur 40 tahun. Jika kita menyatakan sudah membaca 1000 buku, maka sebetulnya kita sudah belajar 40000 tahun pengalaman orang lain. Yang menarik cd audio, dvd & buku ini selalu setia setiap saat, mereka ada di lingkungan kita. Kapanpun kita mau, kita bisa baca lagi, bisa dengar lagi, bisa ulang lagi, bisa tonton lagi, bisa terus menerus belajar dari yang terbaik.

Nah lalu ada orang yang bertanya. Kalo misalnya sudah melakukan semua diatas, sudah belajar dari yang terbaik, sudah larut sepenuhnya, melakukan pengulangan dengan jeda dan belajarnya juga sudah menggunakan ke-4 cara diatas, apakah sudah pasti jadi yang terbaik? Jawabannya belum tentu, tapi minimal kita akan jauh lebih baik dari orang rata-rata.

Tugas kali ini adalah:
Anda harus melakukan 4 hal yang selama ini Anda tunda-tunda. Tulis 4 hal tersebut dan lakukan dalam waktu 1 x 24 jam.


*disarikan dari: Life Revolution - Tung Desem Waringin

Monday, April 5, 2010

#01 Cara Paling Sederhana untuk Menjadi Pemenang

Wuuww akhirnya mulai nulis lagi... setelah hampir setahun... :)
Seperti yang sebelumnya, tulisan kali ini adalah sebagai sarana belajar saya, supaya saya lebih inget dengan yang saya pelajari, baca atau dengar.
Semoga bermanfaat..!!

-----------------------------------------

Untuk merubah hasil kita harus merubah tindakan, sampai tindakan tersebut menjadi kebiasaan. Sebelum merubah tindakan kita harus merubah keputusan, yaitu keputusan yang putus-tus. Keputusan yang benar-benar putus misalnya seperti, "saya tidak mau hal itu lagi, sekarang saya mau yang seperti ini". Suatu keputusan untuk berubah.

Banyak orang bertanya bagaimana caranya untuk berubah, tetapi setelah mereka tahu caranya pun banyak dari mereka tidak akan pernah merubah keputusan, sehingga tidak merubah tindakan, yang akhirnya tidak merubah hasil.

Keputusan merupakan gabungan pikiran & emosi. Pikiran hanya sekitar 12-45% berpengaruh dalam kita mengambil keputusan. Sedangkan 55-88% keputusan datang karena emosi kita. Maka untuk merubah keputusan, untuk merubah hidup, kita harus merubah emosi kita terlebih dahulu.

Merubah emosi ada 3 macam:
1. Merubah takut menjadi berani.
Yaitu dengan merubah gerak, merubah fokus, merubah arti.

2. Bukan sekedar berani, tetapi berani menjadi komitmen.
Karena kalau berani saja kebanyakan orang ditengah jalan gembos.
Komitmen timbul ketika kita merasakan sengsara yang amat sangat ketika kita tidak mencapai apa yg kita impikan dan karena kenikmatan yang amat luar biasa kita rasakan ketika kita mencapai apa yang kita impikan. Dengan ini kita bisa mengaitkan tindakan kita dengan sengsara yang amat sangat jika kita tidak mengambil tindakan dan nikmat yang luar biasa jika kita mengambil tindakan yg mengarah ke impian kita sekarang.
Komitmen berarti suka duka dijalani. Mau lama mau sebentar dijalani. Entah ditengah perjalanan mengecewakan atau membanggakan dijalani. Entah sulit atau entah mudah tetap dijalani sampai kita mencapai impian kita. Inilah yang namanya komitmen.

3. Iman.
Yaitu sudah melihat, sudah merasakan, dan kita percaya apa yang kita inginkan sudah terjadi. Ucapkan terimakasih kepada Tuhan, berdoa setulus hati bahwa apa yang kita inginkan sudah terjadi.
Apa yang kita rasakan kebenarannya di hati kita, bisa kita pegang di tangan kita.

Ada satu hal lagi yang sangat penting selain dari yang tersebut diatas yaitu sukses blue print kita. Sukses blue print ini terdiri dari 6:
1. Purpose of life kita, apa maksud tujuan hidup kita.
2. Toward value kita, nilai-nilai yang akan kita kejar.
3. Nilai-nilai yang kita hindari.
4. Referensi atau trauma-trauma yang terjadi di masa lalu, baik trauma yang menyenangkan maupun trauma yang menyedihkan.
5. Keyakinan kita, atau belief system kita.
6. Sistem pertanyaan kita, yang selalu kita tanya dalam hidup ini.

Untuk merubah emosi & pikiran kita harus merubah sukses blue print kita.

Banyak buku-buku sukses yang memberikan berbagai resep sukses, ada yang 7 resep sukses, 3 resep sukses dan yang lainnya. Jika semuanya tersebut disederhanakan maka hanya ada 1 resep sukses, yaitu ACTION!!
Tanpa adanya tindakan hidup kita tidak akan pernah berubah. Kekuatan diri, Life Revolution timbul dari satu kata yaitu ACTION!!!


Lalu bagaimana cara termudah menjadi pemenang dalam hidup. Caranya ada 3 yaitu:
1. Goal yang sangat jelas.
2. Alasan yang sangat kuat mengapa kita harus mencapai goal tersebut.
3. Belajar cara-cara yang sudah terbukti untuk mencapai goal kita dan belajar dari yang terbaik.

Menjadi pemenang adalah mudah karena lawannya sedikit.

Contohnya:
Tung Desem Waringin waktu masuk kuliah ia menentukan goal yang sangat jelas bahwa ia ingin menjadi mahasiswa teladan di universitasnya. Alasannya adalah karena ia pernah ditolak 6 wanita karena dibilang bodoh. Ia menganggap ditolak wanita akan menghambatnya untuk melanjutkan keturunan. Maka ia menjadikan hal tersebut alasan yang sangat kuat untuk mencapai goalnya. Lalu dia belajar caranya jadi mahasiswa teladan dari mahasiswa teladan tahun sebelumnya. Dan ternyata agar terpilih jadi mahasiswa teladan salah satu syaratnya harus aktif dalam lomba. Ia akhirnya ikut lomba karya tulis ilmiah tingkat fakultas, universitas, dan terus berlanjut menjadi juara satu di tingkat nasional. Kenapa bisa juara satu, ya karena pesertanya cuma 3. Dia membuktikan bahwa jadi pemenang itu mudah, karena lawannya sedikit. Dan pada akhirnya dia terpilih menjadi mahasiswa teladan di universitasnya.

Seluruh sel tubuh kita dari ujung kuku sampai ujung rambut ditakdirkan untuk melakukan 2 hal:
1. mempertahankan hidup
2. melanjutkan keturunan

Alasan yang sangat kuat bisa didapatkan dengan mengaitkan dan menggali lebih dalam 2 hal tersebut diatas. Dengan memiliki alasan yang sangat kuat akan membuat kita jadi take action. Dengan tindakan sebetulnya kita sudah menang jauh sekali dengan orang yang tidak bertindak.

Ketika kita sudah menentukan goal sebagai seorang pemenang, mau juara satu, mau jadi yang terbaik di bidang ini atau jadi yang terbaik di bidang itu. Maka kemenangan jauh lebih mudah tercapai karena saingannya sedikit.

Kenapa menang mudah, karena saingannya sedikit, karena jarang sekali orang memutuskan untuk menjadi pemenang dalam hidup ini. Begitu jarang orang menentukan goal di dalam hidupnya, maka mereka tidak mencapai apa yang mereka inginkan karena mereka tidak punya keinginan.

Misalnya:
Seorang juara dunia badminton & juga seorang pemenang olimpiade, Taufik Hidayat. Apakah untuk menjadi seorang juara dunia dia mengalahkan 6,3 milyar penduduk dunia?? Tidak. Dia menjadi juara dunia hanya dengan mengalahkan 6 orang.

Manusia pada dasarnya hanya mencari nikmat & menghindari sengsara. Apabila kita menghendaki suatu perubahan, maka harus jelas sekali bahwa perubahan tadi adalah menuju kenikmatan & jika tidak berubah akan sengsara luar biasa.

Tugas pertama:
Tulis di buku sukses Anda 2 hal kecil yang selama ini Anda tunda-tunda lakukan. Tulis dan lakukan hari ini juga!!


*disarikan dari: Life Revolution - Tung Desem Waringin