Tuesday, April 6, 2010

#02 Cara Menjadi Master dalam Bidang Apapun

Ooo yes.. hari ini saya dengerin lagi cd-nya Tung Desem Waringin. Nah biar inget, saya menulis ulang lagi. Bagusnya sih kalo mau inget banget harusnya langsung ngajarin atau ceritain ke orang lain. Kali ini tentang menjadi master dalam bidang apapun...

---------------------------------------------------

Untuk menjadi master dalam bidang apapun caranya sederhana, yaitu:
1. Belajar dari yang terbaik.
2. Larut sepenuhnya.
3. Lakukan pengulangan dengan ada jeda.

1. Belajar dari yang terbaik.
Misalnya ingin belajar golf. Mana yang akan lebih memberikan hasil, kita belajar dari Tiger Wood atau dari caddy golf yang tidak bisa golf?? Pastinya belajar dari Tiger Wood akan memberikan hasil yang lebih baik.
Contoh lain adalah jika ingin menjadi juara badminton, maka kita cari juara-juara badminton atau pelatih-pelatih yang sudah terbukti membuat orang menjadi juara badminton, lalu belajar dari mereka, maka kemungkinan suksesnya jauh lebih besar, kemungkinan kita menjadi master jauh lebih besar daripada kita belajar dari orang yang salah.
Dengan belajar dari terbaik kita menjadi tahu rahasia-rahasia menjadi juara yang mungkin tidak diketahui oleh orang lain.

Ketika kita belajar dari terbaik kita harus melakukan ATM, yaitu A=Amati, T=Tiru, M=Modifikasi.
Saat mengamati yang terbaik kita harus detail dan berpikir. Kalau kita tidak detail kita tidak bisa mencontek dengan baik. Intinya nyontek harus detail. Jika tidak detail kita kehilangan poin-poin yang bisa membuat kita menjadi master. Kemudian juga harus berpikir, mana tindakan dia yang membawa hasil & mana tindakan yang tidak membawa hasil.

Nah kalo gitu kita tidak boleh belajar dari yang jelek dong?? jawabannya boleh. Ketika kita ingin menjadi master maka 80% waktu kita fokus belajar pada orang-orang yang sudah terbukti berhasil. Sedangkan 20% boleh belajar apapun kepada siapapun sedemikian sehingga pengalaman mereka tidak terulang di diri kita.

2. Larut sepenuhnya.
Misalnya kita belajar badminton, sama-sama belajar dari Rudi Hartono pemenang All England 8 kali. Mana yang kira-kira akan menang di pertandingan, orang yang latihan seminggu 5 kali selama 3 bulan, sekali latihannya 3 jam atau orang yang berlatih 1 kalinya 3 jam 3 bulan sekali selama 5 tahun?? Sudah pasti yang seminggu 5 kali sekalinya 3 jam dan larut sepenuhnya dalam waktu 3 bulan.
Ketika kita larut sepenuhnya, kemungkinan menjadi masterya lebih tinggi ketimbang kita tidak fokus dan kemana-mana.

3. Lakukan pengulangan dengan ada jeda.
Seperti latihan badminton kalo kita sudah larut sepenuhnya tapi tidak pernah bertanding, tidak pernah mempraktekkan di dunia nyata, kita tidak akan tahu kelemahan kita. Seperti katak di dalam tempurung atau kita hidup di dalam zona nyaman kita sendiri.Pengulangan dengan ada jeda maksudnya adalah selesai berlatih ada jeda seperti misalnya langsung turun ke masyarakat atau langsung bertanding. Sering kali dalam belajar kita harus melakukan praktek terlebih dahulu dengan pengalaman nyata di lapangan, lalu jika ada kendala kemudian kita tanya kembali pada para yang terbaik, sehingga hidup kita menjadi lebih baik.


Lalu cara belajar ada 4:
1. Belajar dari pengalaman.
Cara ini paling berkesan, kita akan ingat seumur hidup karena kita mengalami sendiri. Cara ini seringkali menghabiskan waktu, uang, tenaga, emosi dan daya tahan. Khususnya dalam bisnis. Bolehlah kalo bangkrut dulu sekali dua kali, tapi kalo bangkrut terus beberapa kali baru pintar dan sukses, itu terlalu lama. Jadi ada baiknya kita juga belajar dengan cara merenung.

2. Merenung.
Yaitu bertanya kepada diri sendiri, berpikir, menganalisa, membandingkan dan menyimpulkan. Cara ini adalah yang paling bermanfaat.
Contoh, kalo kita ingin sampai ke bulan dan pada saat itu belum ada orang yg sampai ke bulan. Jika kita belajar dengan cara dari pengalaman maka kita tidak akan pernah sampai ke bulan. Orang bisa sampai ke bulan karena dia merenung, menganalisa, dan menyimpulkan sehingga dia bisa mendapatkan lebih dari pengalamannya di masa lalu.

3. Secara langsung dari mentor, teman, dari org yang sudah berhasil dibidangnya.
Ini adalah cara yang paling cepat. Maksudnya adalah kita ditunjukkan secara detail kalau melakukannya begini maka efeknya begini. Langsung dibimbing step by step oleh mentor. Mentor inilah yang sudah mengalami suka dukanya, pahit manisnya, mengecewakan atau membanggakan dari proses awal sampai dia menjadi master.

4. Secara tidak langsung, dengan cd audio, dengan membaca buku, atau melihat dvd.
Ini adalah cara belajar paling banyak. Kenapa? karena rata-rata orang menulis buku sekitar umur 40 tahun. Jika kita menyatakan sudah membaca 1000 buku, maka sebetulnya kita sudah belajar 40000 tahun pengalaman orang lain. Yang menarik cd audio, dvd & buku ini selalu setia setiap saat, mereka ada di lingkungan kita. Kapanpun kita mau, kita bisa baca lagi, bisa dengar lagi, bisa ulang lagi, bisa tonton lagi, bisa terus menerus belajar dari yang terbaik.

Nah lalu ada orang yang bertanya. Kalo misalnya sudah melakukan semua diatas, sudah belajar dari yang terbaik, sudah larut sepenuhnya, melakukan pengulangan dengan jeda dan belajarnya juga sudah menggunakan ke-4 cara diatas, apakah sudah pasti jadi yang terbaik? Jawabannya belum tentu, tapi minimal kita akan jauh lebih baik dari orang rata-rata.

Tugas kali ini adalah:
Anda harus melakukan 4 hal yang selama ini Anda tunda-tunda. Tulis 4 hal tersebut dan lakukan dalam waktu 1 x 24 jam.


*disarikan dari: Life Revolution - Tung Desem Waringin

No comments:

Post a Comment